Anda keluar ke udara yang pengap dan lembap, lalu berjalan kaki selama lima menit menuju stasiun MRT. Begitu pintunya terbuka, Anda langsung disambut oleh hembusan udara dingin dan kering dari AC. Anda mengalami hal ini tiga atau empat kali sebelum akhirnya sampai di meja kerja. Menjelang tengah hari, mata Anda sudah terasa tidak nyaman dan berat.
Terdengar familiar? Banyak dari kita menganggap hal ini sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari di Singapura, sesuatu yang harus ditoleransi daripada ditangani. Namun, jika mata Anda terasa perih, lelah, atau berat setiap hari, kemungkinan besar tubuh Anda sedang mencoba memberi tahu Anda sesuatu.
Apa yang mungkin Anda alami adalah sindrom mata kering, suatu kondisi yang diderita oleh sekitar 12% penduduk Singapura. Dan gaya hidup kita di sini—berpindah-pindah antara cuaca tropis yang panas dan ruangan ber-AC, menatap layar sepanjang hari, serta memakai lensa kontak dari pagi hingga malam—menciptakan kondisi yang hampir sempurna bagi timbulnya kondisi tersebut.
Kabar baiknya adalah, begitu Anda memahami apa yang mendasari hal tersebut, Anda bisa melakukan sesuatu untuk mengatasinya.
Panas di Luar, Dingin di Dalam: Masalah Mata yang Tak Pernah Dibicarakan
Singapura terletak di garis khatulistiwa. Kelembapan udara di luar ruangan sering kali melebihi 80%, dan suhu udara berkisar antara 31 hingga 33 derajat Celcius hampir sepanjang tahun. Lapisan air mata Anda, yaitu lapisan pelindung tipis yang menjaga mata tetap nyaman dan jernih, sebenarnya cukup cocok dengan udara yang hangat dan lembap.
Masalahnya mulai muncul begitu Anda masuk ke dalam ruangan.
Sistem pendingin udara bekerja dengan cara menghilangkan kelembapan dari udara. Gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, stasiun MRT, dan bus semuanya menjaga kondisi udara dalam ruangan yang jauh lebih kering daripada udara di luar. Penelitian telah membuktikan bahwa kelembapan dalam ruangan yang rendah berkaitan langsung dengan gejala mata kering yang lebih parah; para pekerja kantoran yang berada di lingkungan dengan kelembapan rendah melaporkan tingkat kekeringan, iritasi, dan ketidaknyamanan mata yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang berada di lingkungan dengan kelembapan yang lebih baik.
Sebuah penelitian terpisah menemukan bahwa orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruangan memiliki produksi air mata yang jauh lebih buruk dibandingkan mereka yang menghabiskan waktu di luar ruangan. Peserta yang berada di dalam ruangan melaporkan tingkat keparahan gejala mata kering yang hampir dua kali lipat dibandingkan peserta yang berada di luar ruangan.
Jadi, pengalaman sehari-hari di Singapura saat berpindah dari udara luar yang lembap ke ruangan ber-AC yang sangat dingin, berulang kali sepanjang hari, tidaklah netral bagi mata Anda. Setiap peralihan tersebut memaksa lapisan air mata Anda untuk beradaptasi dengan cepat, dan seiring waktu, tekanan berulang tersebut akan menumpuk.
Di mana kondisinya cenderung paling parah:
- Perjalanan jauh dengan kereta MRT yang ber-AC sangat dingin
- Kantor terbuka dengan ventilasi langit-langit yang dipasang di atas kepala
- Duduk di dekat unit AC di ruang rapat atau ruang kerja bersama
- Waktu yang lebih lama di pusat perbelanjaan, klinik, atau terminal bandara
Masalah Kedipan yang Tanpa Anda Sadari Anda Alami
Ini adalah sesuatu yang tidak diketahui kebanyakan orang: Anda berkedip jauh lebih sedikit daripada yang Anda kira.
Frekuensi kedipan mata yang sehat adalah sekitar 15 kali per menit. Setiap kedipan menyebarkan lapisan air mata baru ke seluruh kornea, sehingga kornea tetap lembap dan terlindungi. Namun, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Ophthalmology menemukan bahwa frekuensi kedipan mata dapat turun hingga hanya 5 kali per menit saat sedang fokus bekerja di depan layar. Semakin rumit tugasnya, semakin lambat pula frekuensi kedipan mata Anda.
Ketika frekuensi kedipan mata Anda menurun secara signifikan, lapisan air mata akan mengering lebih cepat daripada kemampuan tubuh untuk mengisinya kembali. Permukaan mata menjadi terbuka, air mata menguap, dan rasa tidak nyaman pun muncul. Hasil penelitian menunjukkan hal yang sama: pekerja kantoran yang menggunakan layar selama lebih dari 8 jam sehari memiliki risiko terkena sindrom mata kering hampir dua kali lipat dibandingkan mereka yang jarang menggunakan layar.
Yang membuat Singapura menjadi tantangan tersendiri adalah bahwa waktu yang dihabiskan di depan layar tidak hanya terbatas di kantor. Banyak orang tetap menggunakan ponsel mereka saat dalam perjalanan, memeriksa pesan saat makan malam, dan bersantai dengan menonton layanan streaming di malam hari. Mata jarang sekali mendapat istirahat yang cukup.
Tanda-tanda bahwa layar mungkin menjadi salah satu penyebabnya:
- Mata terasa baik-baik saja di pagi hari, tetapi semakin tidak nyaman seiring berjalannya hari
- Penglihatan menjadi sedikit kabur, lalu kembali jelas saat Anda berkedip
- Rasa tidak nyaman akan mereda jika Anda menutup mata selama beberapa menit
- Sakit kepala atau rasa berat di sekitar mata setelah bekerja dalam waktu lama
Lensa Kontak dan Mata Kering: Sebuah Siklus yang Perlu Diputus
Jika Anda memakai lensa kontak, mata Anda mengalami beban tambahan. Penelitian menunjukkan bahwa pemakai lensa kontak memiliki risiko lebih dari tiga setengah kali lipat untuk mengalami gejala mata kering yang parah dibandingkan dengan mereka yang tidak memakainya.
Lensa kontak menempel langsung pada lapisan air mata, menyerap kelembapan, dan membentuk permukaan tambahan yang memungkinkan air mata menguap. Hal ini mengganggu stabilitas alami lapisan air mata dan mengurangi kemampuan mata untuk tetap terlumasi sepanjang hari. Semakin lama lensa kontak dipakai, terutama di lingkungan ber-AC yang disertai dengan berkurangnya frekuensi berkedip akibat penggunaan layar, semakin terasa dampaknya.
Banyak pengguna lensa kontak menyadari bahwa mata mereka terasa nyaman di pagi hari, tetapi semakin terasa perih dan iritasi menjelang sore. Jika Anda sering menggunakan tetes pelembap mata beberapa kali sehari, atau mulai beralih ke kacamata lebih awal setiap malam, kemungkinan mata Anda sedang memberi sinyal yang perlu Anda perhatikan.
Tanda-tanda bahwa lensa Anda mungkin justru memperburuk keadaan:
- Rasa tidak nyaman yang semakin parah seiring berjalannya hari, terutama menjelang sore hari
- Kemerahan atau iritasi, bahkan saat menggunakan lensa kontak yang baru
- Harus menggunakan tetes pelembap mata lebih dari sekali atau dua kali sehari
- Merasa lebih sulit memakai lensa kontak sepanjang hari dibandingkan dulu
Ketika Obat Tetes Mata Tidak Cukup
Kebanyakan orang di Singapura mengatasi mata kering dengan cara yang sama: membeli sebotol tetes pelumas mata di apotek, menyimpannya di atas meja, dan menggunakannya saat rasa tidak nyaman sudah tak tertahankan. Untuk kasus mata kering ringan yang terjadi sesekali, cara ini dapat memberikan kelegaan.
Namun, jika Anda menggunakan tetes mata beberapa kali sehari dan masih merasa tidak nyaman, tetes mata tersebut tidak lagi mengatasi masalahnya. Penggunaannya justru menunda pemeriksaan yang tepat.
Sindrom mata kering memiliki tingkat keparahan yang bervariasi. Kasus ringan sering kali dapat diatasi dengan tetes pelumas dan beberapa penyesuaian pada kebiasaan sehari-hari. Namun, sindrom mata kering dengan tingkat keparahan sedang hingga berat dapat disertai peradangan ringan yang menetap pada permukaan mata, masalah pada kelenjar minyak di sepanjang tepi kelopak mata yang memengaruhi kualitas air mata, atau berkurangnya produksi air mata. Masalah-masalah ini tidak dapat diatasi secara efektif hanya dengan menggunakan tetes mata yang dijual bebas.
Pemeriksaan mata yang menyeluruh adalah satu-satunya cara untuk mengetahui jenis mata kering yang Anda alami dan pengobatan mana yang benar-benar efektif untuk kondisi Anda. Terus mengobati sendiri dengan tetes mata ketika penyebab dasarnya lebih serius dapat membuat kondisi tersebut memburuk secara perlahan seiring berjalannya waktu.
Pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis jika:
- Anda menggunakan tetes mata setiap hari, tetapi tetap merasa tidak nyaman
- Anda telah mengurangi atau berhenti memakai lensa kontak karena mata terasa kering
- Penglihatan Anda berubah-ubah sepanjang hari, terutama saat menatap layar
- Mata Anda sering berair, yang ironisnya justru bisa menjadi tanda mata kering
- Ketidaknyamanan pada mata mengganggu konsentrasi atau kinerja kerja Anda
Perubahan Kecil yang Dapat Membawa Perubahan Nyata
Meskipun pemeriksaan yang tepat sangat penting jika gejala terus berlanjut, ada beberapa langkah praktis yang dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman dalam kehidupan sehari-hari.
Aturan 20-20-20 banyak direkomendasikan dan benar-benar bermanfaat. Setiap 20 menit menggunakan layar, tataplah objek yang berjarak 20 kaki selama 20 detik. Hal ini memungkinkan mata Anda beristirahat dan mendorong kedipan mata yang alami dan menyeluruh. Tidak memerlukan biaya apa pun dan hanya membutuhkan waktu beberapa detik.
Posisi layar juga berpengaruh. Jika monitor Anda berada di atas ketinggian mata, Anda akan membuka mata lebih lebar untuk menatapnya, yang dapat mempercepat penguapan air mata. Menempatkan layar sedikit di bawah ketinggian mata dan sejauh lengan dapat mengurangi hal ini. Mengurangi kecerahan layar agar sesuai dengan pencahayaan di ruangan juga dapat membantu.
Jika Anda bekerja di ruangan ber-AC, pelembap udara meja berukuran kecil dapat membantu mengurangi efek pengeringan akibat sirkulasi udara. Menjaga tubuh tetap terhidrasi sepanjang hari dapat mendukung produksi air mata, dan jika Anda memakai lensa kontak, kenakan kacamata pada hari-hari ketika Anda banyak menghabiskan waktu di depan layar agar mata Anda memiliki kesempatan untuk beristirahat.
Kebiasaan-kebiasaan ini memang membantu. Namun, kebiasaan tersebut akan lebih efektif jika dilakukan bersamaan dengan, bukan sebagai pengganti, perawatan medis profesional jika gejala yang Anda alami lebih dari sekadar sesekali.
Perawatan Mata Kering di Angel Eye and Cataract Centre
Di Angel Eye and Cataract Centre, kami menyadari bahwa mata kering bukanlah suatu kondisi tunggal yang memiliki satu solusi saja. Apa yang efektif bagi satu orang mungkin tidak begitu berpengaruh bagi orang lain; oleh karena itu, kami memulai setiap konsultasi dengan penilaian menyeluruh terhadap produksi air mata Anda, kualitas lapisan air mata, serta kesehatan permukaan mata Anda.
Dr. Allan Fong memiliki pengalaman luas dalam mendiagnosis dan menangani sindrom mata kering, termasuk kasus-kasus yang berkaitan dengan penggunaan layar, pemakaian lensa kontak, serta tuntutan lingkungan hidup di Singapura. Bergantung pada hasil pemeriksaan, pengobatan dapat mencakup tetes mata pelumas tanpa bahan pengawet yang disesuaikan dengan jenis sindrom mata kering Anda, obat resep untuk mengatasi peradangan atau meningkatkan produksi air mata, sumbat saluran air mata untuk membantu mempertahankan air mata alami Anda, atau suplemen omega-3 oral untuk mendukung kualitas lapisan air mata.
Setiap rencana perawatan disesuaikan dengan gaya hidup dan hasil pemeriksaan Anda. Kami juga menyediakan pemantauan berkelanjutan, karena bagi banyak orang, mata kering merupakan kondisi jangka panjang yang memerlukan pemeriksaan rutin dan penyesuaian seiring berjalannya waktu.
Jika selama ini Anda terus memaksakan diri meski mata terasa lelah dan perih, sambil meyakinkan diri bahwa itu hanyalah bagian dari rutinitas sehari-hari, sebenarnya hal itu tidak harus terjadi.
Ambil Langkah Selanjutnya
Tatapan yang membuat tidak nyaman di MRT. Rasa pegal setelah seharian duduk di depan meja kerja. Lensa kontak yang hampir tidak bisa Anda pakai lagi setelah pukul tiga sore. Ini adalah tanda-tanda, bukan sekadar ketidaknyamanan.
Hubungi Angel Eye and Cataract Centre hari ini untuk menjadwalkan pemeriksaan mata kering yang komprehensif. Karena penglihatan yang nyaman dan jelas sangat penting setiap hari, bukan hanya saat kondisi mata sedang baik.Membran epiretinal berbeda-beda pada setiap orang. Di Angel Eye and Cataract Centre di Singapura, spesialis mata kami, Dr. Allan Fong, akan memeriksa retina Anda dengan cermat untuk memantau setiap perubahan dan membantu menentukan apakah diperlukan pengobatan atau pemantauan rutin.
REFERENSI MEDIS
- Al-Mohtaseb Z, Schachter S, Shen Lee B, Garlich J, Trattler W. (2021). Hubungan Antara Penyakit Mata Kering dan Penggunaan Layar Digital. Clinical Ophthalmology, 15:3811-3820. PMC8439964.
- Tsubota K, Nakamura S. (1993). Mata Kering dan Terminal Layar Video. New England Journal of Medicine, 328(8):584. PMID: 8426634.
- Chaudhary S, Gupta KK. (2025). Dampak Pendingin Udara terhadap Gejala Mata Kering: Sebuah Studi Potong Lintang Menggunakan Indeks Penyakit Permukaan Mata. Jurnal Bedah Neonatal, 14(29S):939-946.
- Mandell JT, Idarraga M, Kumar N, Galor A. (2020). Dampak Polusi Udara dan Cuaca terhadap Mata Kering. Journal of Clinical Medicine, 9(11):3740. PMC7699870.
- Galor A, Kumar N, Feuer W, dkk. (2020). Hubungan Lingkungan Dalam Ruangan dengan Indikator Mata Kering. JAMA Ophthalmology, 138(9):971-978. PMC7333174.
- Nichols JJ, dkk. (2008). Pengobatan, Bahan, Perawatan, dan Faktor Pasien pada Sindrom Mata Kering yang Terkait dengan Lensa Kontak. Optometry and Vision Science, 85(8):764-772. PMC2628947.
- Kawashima M, dkk. (2017). Penyakit Mata Kering yang Terkait dengan Lensa Kontak: Kemajuan Terkini di Seluruh Dunia dan di Jepang. Investigative Ophthalmology and Visual Science, 58(11). DOI: 10.1167/iovs.17-21900.
- Tan LL, Morgan P, Cai ZQ, Straughan RA. (2015). Prevalensi dan Faktor Risiko Penyakit Mata Kering dengan Gejala di Singapura. Clinical and Experimental Ophthalmology, 43(6):544-553. PMID: 25269444.
- Craig JP, dkk. (2023). Penilaian dan Penatalaksanaan Penyakit Mata Kering serta Disfungsi Kelenjar Meibom: Menyajikan Kerangka Kerja Singapura. Asia-Pacific Journal of Ophthalmology. ScienceDirect.