Wawasan Medis

Pelajari lebih lanjut tentang dunia kesehatan mata dengan artikel edukasi Dr Allan Fong.

Iritasi Mata Akibat Kabut Asap di Singapura: Cara Mengatasinya, Kapan Harus Waspada

Ringkasan:
Mata perih dan berair biasanya menjadi tanda peringatan pertama saat musim kabut asap di Singapura, dan ada alasan medis yang jelas di balik hal ini. Partikel-partikel halus yang menyebabkan udara berkabut—yang terkecil di antaranya dikenal sebagai PM2.5—menempel pada permukaan mata dan mengiritasi mata, sehingga mengganggu lapisan air mata tipis yang menjaga kenyamanan mata. Bagi kebanyakan orang, gejalanya hanya berupa iritasi sementara. Namun, bagi siapa pun yang sudah memiliki masalah mata, kabut asap dapat memicu gejala yang lebih serius: mata kering cenderung memburuk, konjungtivitis alergi dapat terpicu, dan kondisi kelopak mata yang menyebabkan bisul mata (stye) dan chalazia sering kali menjadi lebih mengganggu. Sebagian besar gejala ini akan mereda begitu udara kembali bersih dan dapat diatasi dengan langkah-langkah sederhana, tetapi ada tanda-tanda jelas yang menunjukkan kapan Anda perlu menemui dokter daripada hanya menunggu hingga sembuh sendiri. Panduan ini menjelaskan bagaimana kabut memengaruhi mata, kondisi apa saja yang cenderung dipicu olehnya, dan cara melindungi diri selama periode kabut. Baca terus untuk mengetahui gambaran lengkapnya.

Selama kejadian kabut asap parah terakhir, Bapak Faizal (bukan nama sebenarnya) tidak bisa memahami mengapamatanya terasa sangat tidak nyaman. Setiap sore di kios luar ruangannya, matanya menjadi merah dan terasa seperti ada pasir, seolah-olah dia telah mengiris bawang sepanjang hari. Menjelang malam, matanya terus berair, dan menggosoknya justru memperburuk keadaan. Awalnya ia mengira itu karena kelelahan, lalu menyalahkan lensa kontaknya, kemudian mengaitkannya dengan usia. Baru setelah ia menceritakannya kepada putrinya, sang putri menunjukkan hal yang sudah jelas: langit telah berwarna abu-abu selama seminggu, dan indeks kualitas udara di ponselnya terus berada dalam kisaran yang tidak sehat sepanjang waktu.

Ketika kabut asap mulai menyelimuti, klinik mata di seluruh Singapura menerima lebih banyak pasien dengan keluhan persis seperti ini, dan banyak di antara mereka, seperti Bapak Faizal, pada awalnya tidak mengaitkan kedua hal tersebut. Mata adalah salah satu dari sedikit bagian tubuh yang masih terpapar langsung ke udara, yang hanya dilindungi oleh lapisan tipis air mata, sehingga mata dengan cepat merasakan dampak udara yang buruk.

Dengan memahami dampak kabut asap terhadap mata Anda, serta kondisi-kondisi apa saja yang cenderung dipicu olehnya, Anda akan jauh lebih mudah melindunginya. Bagaimana Anda bisa tahu kapan mata terasa perih dan memerah hanya karena iritasi biasa, dan kapan hal itu merupakan tanda adanya masalah yang perlu diperiksa? Berikut ini penjelasan mengenai apa yang terjadi dan apa yang harus dilakukan.

Apakah Asap Benar-benar Dapat Mempengaruhi Mata Anda?

Ya. Partikel-partikel halus dalam kabut asap, terutama PM2.5, menempel pada permukaan mata dan dapat menyebabkan iritasi serta peradangan. Hal ini mengganggu lapisan air mata—lapisan tipis yang menjaga kelembutan dan kenyamanan mata—sehingga menimbulkan kemerahan, rasa seperti ada pasir di mata, mata berair, serta sensasi terbakar atau seperti ada benda asing di mata, terutama pada orang yang sudah memiliki mata sensitif atau kering. (Tinjauan sistematis, 2024)

“Mata tidak memiliki filter terhadap udara seperti halnya hidung, sehingga kabut asap langsung mencapai mata,” kata Dr Allan Fong dari Angel Eye & Cataract Centre. Bagi kebanyakan orang, hal ini hanya menimbulkan iritasi sementara, tetapi bagi mereka yang menderita mata kering atau alergi, hal ini bisa memicu gejala yang cukup parah. Sebuah tinjauan sistematis terhadap bukti-bukti ilmiah mengaitkan partikel-partikel di udara dengan berbagai masalah pada permukaan mata, yang dipicu oleh peradangan dan stres oksidatif.

Kabut Asap dan Mata Kering serta Teriritasi

Kabut asap umumnya memperparah gejala mata kering dan iritasi secara umum. Partikel-partikel halus tersebut mengganggu kestabilan lapisan air mata dan menyebabkan peradangan pada permukaan mata, sehingga air mata menguap lebih cepat, dan mata terasa seperti ada pasir, perih, atau lelah. Orang yang sudah menderita mata kering, atau yang memakai lensa kontak, maupun yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar, cenderung paling merasakannya. (Nithikul dkk., 2025)
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan selama musim dengan konsentrasi partikel tinggi, paparan partikel tersebut dikaitkan dengan risiko yang jauh lebih tinggi terhadap kemerahan, mata berair, dan kekeringan pada mata. Selain itu, penelitian laboratorium dan klinis menunjukkan bahwa partikel halus dapat merusak sel-sel permukaan mata dan memicu peradangan. Selama musim kabut asap, penggunaan tetes pelumas bebas pengawet secara rutin, mengurangi penggunaan lensa kontak, serta menghabiskan waktu di dalam ruangan dengan udara yang lebih bersih sebisa mungkin, semuanya dapat membantu menenangkan permukaan mata.
Seorang pekerja kantoran yang mengalami sindrom mata digital

Apa yang harus diperhatikan:

  • Mata yang terasa perih, gatal, atau lelah, dan gejalanya semakin parah saat berada di luar ruangan
  • Mata yang terasa lebih kering jika Anda memakai lensa kontak atau sering menggunakan layar
  • Kemerahan dan mata berair yang mereda begitu Anda berada di dalam ruangan

Kabut Asap dan Konjungtivitis Alergi

Kabut asap dapat memicu atau memperparah konjungtivitis alergi, yaitu reaksi berupa rasa gatal, mata merah, dan mata berair yang sering dialami banyak orang akibat debu atau serbuk sari. Partikel-partikel tersebut bertindak sebagai iritan dan dapat memicu respons mirip alergi pada permukaan mata, sehingga menyebabkan rasa gatal yang hebat, kemerahan, pembengkakan, dan keluarnya cairan kental. (Mimura dkk., 2020)

Penelitian menunjukkan bahwa partikel halus dapat memicu respons peradangan mirip alergi pada permukaan mata; itulah sebabnya orang yang rentan terhadap alergi sering mengalami gejala yang memburuk saat cuaca berkabut. Menggosok mata justru memperburuk keadaan, karena hal itu memicu pelepasan lebih banyak zat kimia yang menyebabkan rasa gatal. Kompres dingin, pelumas mata bebas pengawet untuk membersihkan partikel, dan tetes mata antihistamin yang dijual bebas dapat membantu, meskipun gejala yang menetap atau parah sebaiknya diperiksakan ke dokter.
Foto seorang wanita yang sedang mengusap matanya yang terasa perih akibat alergi.

Apa yang harus diperhatikan:

  • Rasa gatal yang hebat, yang merupakan ciri khas alergi
  • Mata merah, bengkak, berair, dan mengeluarkan cairan yang bertekstur seperti benang
  • Dorongan yang kuat untuk menggosok, yang justru memperburuk keadaan

Kabut Mata, Blefaritis, Stye, dan Chalazia

Kabut asap juga dapat memperparah kondisi kelopak mata. Blefaritis, yaitu peradangan pada tepi kelopak mata, dan disfungsi kelenjar Meibom—di mana kelenjar minyak di kelopak mata tidak berfungsi dengan baik—keduanya cenderung kambuh akibat paparan iritan di udara. Ketika kelenjar-kelenjar ini tersumbat dan meradang, kemungkinan terbentuknya stye dan chalazia—benjolan yang terasa nyeri di kelopak mata—menjadi lebih besar. (Tinjauan Polusi Udara, 2023)

Polusi udara telah dikaitkan dengan mata kering, disfungsi kelenjar meibom, konjungtivitis, dan blefaritis, dan penelitian mengenai paparan sehari-hari menunjukkan adanya dampak yang dapat diukur pada lapisan air mata dan kelenjar kelopak mata. Semua kondisi ini memiliki ciri yang sama, yaitu peradangan dan penyumbatan kelenjar, yang berujung pada bisul mata dan chalazion. Kompres hangat dan kebersihan kelopak mata yang dilakukan dengan lembut setiap hari merupakan langkah utama untuk menjaga kelopak mata tetap tenang selama musim kabut asap. Benjolan yang semakin membesar, sangat nyeri, atau mengganggu penglihatan sebaiknya segera diperiksa daripada dibiarkan begitu saja.

Apa yang harus diperhatikan:

  • Tepi kelopak mata yang bersisik, memerah, atau gatal
  • Benjolan yang terasa nyeri muncul di kelopak mata
  • Kelopak mata yang terasa lebih sakit saat baru bangun tidur

Banyak dari gejala-gejala ini berakar pada masalah mendasar yang sama. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca panduan kami tentang mata kering dan cara mengatasinya, yang membahas langkah-langkah sehari-hari yang dapat membantu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan Mengenai Kabut Asap dan Kesehatan Mata Anda di Singapura

Tetaplah di dalam ruangan yang udaranya lebih bersih saat kualitas udara tidak sehat, gunakan tetes pelumas bebas pengawet untuk membilas dan menenangkan permukaan mata, kurangi penggunaan lensa kontak, kenakan kacamata yang menutupi seluruh mata saat berada di luar ruangan, dan hindari menggosok mata. Jika iritasi masih berlanjut setelah kualitas udara membaik, segera temui dokter mata.

Kabut mata umumnya hanya menyebabkan iritasi dan peradangan pada mata, bukan infeksi. Namun, iritasi tersebut, penyumbatan kelenjar kelopak mata, serta kebiasaan menggosok mata dapat memicu timbulnya bisul kelopak mata dan, kadang-kadang, meningkatkan risiko infeksi. Rasa sakit, keluarnya cairan kental, atau perubahan penglihatan menandakan adanya masalah yang lebih serius daripada sekadar iritasi dan sebaiknya diperiksa oleh dokter.

Seringkali memang begitu. Lensa kontak dapat menahan partikel-partikel yang menempel pada mata dan memperparah rasa kering saat terjadi kabut asap. Beralih ke kacamata, atau setidaknya mengurangi penggunaan lensa kontak dan menggunakan pelumas bebas pengawet, dapat membantu. Jika mata Anda tetap merah atau terasa tidak nyaman saat memakai lensa kontak selama periode kabut asap, beristirahatlah sejenak dan periksakan ke dokter mata.

Kapan Harus Mencari Bantuan

Segera periksakan diri ke dokter mata, daripada menunggu sampai sembuh sendiri, jika Anda mengalami salah satu gejala berikut:

Tentang Angel Eye & Cataract Centre

Di Angel Eye & Cataract Centre, Dr. Allan Fong dan timnya menangani berbagai masalah mata yang berkaitan dengan kabut pada mata, mulai dari mata kering dan konjungtivitis alergi hingga gangguan kelopak mata, bagi pasien di seluruh Singapura. Sebagai spesialis mata, Dr. Allan Fong mampu membedakan antara iritasi ringan dan kondisi yang memerlukan perawatan, serta dapat membantu meredakan gejala yang muncul secara tiba-tiba dengan cepat.

Mata Anda terasa tidak nyaman karena kabut?

Cuaca berkabut memang akan berlalu, tetapi masalah mata yang ditimbulkannya tidak selalu sembuh dengan sendirinya. Jika mata Anda merah, terasa seperti ada pasir, atau gatal akibat kabut asap dan langkah-langkah sederhana tidak cukup, sebaiknya periksakan mata Anda. Untuk memeriksakan mata Anda selama cuaca berkabut, hubungi Angel Eye & Cataract Centre.

Bagikan