Degenerasi makula terkait usia (AMD) memengaruhi bagian tengah retina, yang dikenal sebagai makula. Ini adalah kondisi mata progresif yang menyebabkan kehilangan penglihatan pada orang berusia 50 tahun ke atas. Meskipun faktor genetik dan usia merupakan faktor yang diketahui sebagai penyebab, pilihan gaya hidup juga menentukan risiko seseorang terkena AMD.
Jika Anda ingin menurunkan risiko terkena AMD, Anda akan senang mengetahui bahwa perubahan gaya hidup tertentu dapat memperlambat perkembangan penyakit ini. Dalam artikel ini, kami akan membahas bagaimana Anda dapat melindungi mata Anda melalui pilihan-pilihan yang tepat dalam hal diet, olahraga, dan perawatan mata rutin.
Faktor Risiko AMD
Usia
- Risiko meningkat secara signifikan setelah usia 60 tahun.
- Semakin tua usia Anda, semakin tinggi kemungkinan terkena AMD.
Riwayat keluarga dan genetika
- Riwayat AMD dalam keluarga meningkatkan peluang Anda, terutama jika ada kerabat dekat yang terkena.
- Varian genetik tertentu dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi.
Merokok
- Perokok memiliki risiko yang lebih tinggi terkena AMD dibandingkan non-perokok.
- Merokok merusak pembuluh darah dan mempercepat stres oksidatif pada retina.
Tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular
- Kondisi ini mengganggu aliran darah ke retina.
- Kesehatan pembuluh darah yang buruk berkontribusi terhadap degenerasi makula.
Obesitas
- Berat badan berlebih meningkatkan peradangan dan stres oksidatif.
- Hal ini juga meningkatkan risiko berkembang menjadi AMD tahap akhir.
Jenis Kelamin
- Wanita memiliki risiko sedikit lebih tinggi terkena AMD dibandingkan pria.
- Hal ini mungkin disebabkan oleh harapan hidup yang lebih panjang dan faktor hormonal.
Pola makan yang buruk
- Diet yang kurang antioksidan dan tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan risiko.
- Kekurangan nutrisi berdampak negatif pada kesehatan retina.
Peran Diet dalam Pencegahan AMD
Makanan yang Melindungi Penglihatan
- Antioksidan: Antioksidan seperti lutein dan zeaxanthin, yang ditemukan dalam sayuran hijau seperti bayam, kangkung, dan sawi, membantu menyaring cahaya biru yang berbahaya dan melindungi retina. Karotenoid, vitamin C dan E, serta seng juga mendukung kesehatan retina dan dapat memperlambat perkembangan AMD.
- Omega-3: Asam lemak omega-3, terutama ditemukan pada ikan berlemak seperti salmon, makarel, dan sarden, juga berperan penting. Asam lemak ini mengurangi peradangan dan mendukung integritas struktural sel retina.
Diet gaya Mediterania, yang terdiri dari makanan nabati dan lemak sehat, sangat ideal untuk orang yang berisiko terkena AMD karena manfaat antiinflamasi dan antioksidannya.
Suplemen
Suplemen dapat membantu mengisi kesenjangan nutrisi bagi mereka yang telah didiagnosis AMD atau mereka yang berisiko tinggi. Dokter merekomendasikan formula AREDS 2 (Age-Related Eye Disease Study 2), yang mencakup dosis spesifik vitamin C, vitamin E, seng, tembaga, lutein, dan zeaxanthin. Uji coba AREDS 2 adalah uji coba multisenter yang sangat penting yang menentukan kombinasi dan dosis nutrisi yang berguna untuk memperlambat perburukan AMD.
Nutrisi ini memperlambat perkembangan AMD pada orang dengan stadium penyakit yang parah. Namun demikian, konsultasikan dengan dokter mata Anda sebelum memulai rejimen suplemen apa pun untuk memastikan bahwa suplemen tersebut sesuai dengan kebutuhan Anda.
Makanan yang Harus Dihindari
Diet tinggi lemak jenuh, lemak trans, dan gula olahan dapat meningkatkan risiko AMD. Makanan ini dapat menyebabkan kesehatan pembuluh darah yang buruk, peningkatan kadar kolesterol, dan peradangan kronis, yang semuanya dapat menyebabkan kerusakan makula.
Cobalah untuk membatasi daging merah, makanan yang digoreng, dan minuman manis dan pilihlah alternatif yang lebih sehat seperti protein tanpa lemak, biji-bijian, dan minuman tanpa pemanis.
Olahraga dan Kesehatan Mata
Tetap aktif dengan berolahraga mendukung kesehatan jantung secara keseluruhan, yang pada gilirannya bermanfaat bagi mata. Olahraga membantu menjaga tekanan darah yang sehat, mengurangi peradangan, dan meningkatkan sirkulasi ke retina. Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang melakukan olahraga ringan, misalnya, jalan cepat setidaknya tiga kali seminggu, dapat menurunkan risiko terkena AMD.
Olahraga juga membantu mengatur berat badan dan kadar gula darah, yang keduanya penting dalam mengurangi risiko AMD.
Faktor Lingkungan
Mengelola Waktu Layar
Di era digital saat ini, banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar. Meskipun penggunaan layar tidak secara langsung menyebabkan AMD, namun paparan sinar biru dalam jangka panjang dapat berkontribusi terhadap stres retina dari waktu ke waktu.
Beristirahat secara teratur dengan menggunakan aturan 20-20-20-setiap 20 menit, lihatlah sesuatu yang berjarak 20 kaki selama setidaknya 20 detik-dapat membantu mengurangi ketegangan mata.
Perlindungan UV
Sinar ultraviolet (UV) dari matahari dapat menyebabkan kerusakan retina dan mempercepat perubahan yang berkaitan dengan usia pada mata. Saat menghabiskan waktu di luar ruangan, kacamata hitam yang menghalangi 99-100% sinar UVA dan UVB yang berbahaya sangat penting.
Topi bertepi lebar dapat memberikan perlindungan tambahan. Bahkan pada hari berawan, sinar UV dapat menembus awan, jadi pelindung mata yang konsisten adalah kuncinya.
Dampak Polusi Udara
Terpapar polutan udara dan materi partikulat telah dikaitkan dengan risiko AMD yang lebih tinggi. Polutan seperti nitrogen dioksida dapat menyebabkan stres oksidatif dan peradangan pada retina.
Meskipun mungkin tidak mungkin untuk menghilangkan paparan, namun memperhatikan laporan kualitas udara dan tidak keluar rumah pada hari-hari dengan kualitas udara yang buruk dapat membantu.
Kualitas Udara Dalam Ruangan
Udara dalam ruangan juga dapat menjadi sumber iritasi dan racun yang mempengaruhi kesehatan mata. Ruangan yang kering dan berventilasi buruk, asap dari memasak atau tembakau, dan produk pembersih sintetis dapat menyebabkan iritasi dan peradangan pada mata.
Memperbaiki ventilasi, menggunakan filter HEPA, dan memilih produk alami yang tidak beracun dapat menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi mata. Pelembap udara juga dapat membantu menjaga kelembapan yang memadai, terutama di lingkungan ber-AC atau berpemanas.
Pemantauan dan Pemeriksaan Rutin
Meskipun Anda telah mengikuti semua praktik gaya hidup terbaik, pemeriksaan mata secara rutin sangat penting untuk manajemen AMD. AMD dini sering kali tidak menunjukkan gejala, sehingga pemeriksaan rutin sangat penting untuk deteksi dan intervensi dini. Selama kunjungan ini, dokter mata Anda akan memeriksa retina dan mencari tanda-tanda perubahan makula.
Jika Anda telah memiliki AMD, dokter mata Anda akan memantau perkembangannya dan menyesuaikan rencana perawatan Anda jika diperlukan.
Pesan Pemeriksaan Kesehatan Mata Anda Hari Ini
Penglihatan Anda sangat berharga, dan melindunginya dimulai dengan memahami risiko dan mengambil langkah proaktif. Di Angel Eye & Cataract Centre, kami menawarkan pemeriksaan kesehatan mata yang komprehensif yang disesuaikan dengan kebutuhan Anda.
Baik Anda sudah menangani kondisi ini atau ingin menjaga penglihatan Anda seiring bertambahnya usia, tim kami yang berpengalaman akan membantu Anda melalui proses ini.
Buatlah janji temu untuk melindungi penglihatan Anda dari AMD.